3 Tipe Pohon Rezeki

Asal apapun diiringi doa dan mengikuti aturan-mainNYA maka prestasi yang dihasilkan pasti bernama rezeki. Namun jika tidak, maka semuanya adalah boleh jadi alat Allah untuk menyengsarakan kita (baca status yang lalu: ternyata uang belum tentu rezeki)
Nah rezeki itu meliputi apa saja?
Uang, mobil, rumah, tanah, kesehatan, keluarga, lulus kuliah, jodoh, kerjaan, relasi, karier dan segenap prestasi-prestasi berikut pencapaian-pencapain yang lain dikehidupan kita ini
Dalam rangka menggapai semua itu manusia terbagi menjadi tiga tipe:

Manusia tipe B:
Ibarat orang yang menanam pohon. Ia mengoptimalkan dirinya dengan doa dan usaha agar segera pohon kesuksesan rezekinya tumbuh lebat, besar, sehat, sejahtera, sukses berprestasi dan berbuah ranum. Namun sayang tipe B ini, ia menolak untuk di pupuk. Apa itu pupuk? Pupuk adalah sesuatu yang tidak enak untuk dikonsumsi tapi dibutuhkan adanya. Pupuk adalah masukan, kritikan, ajakan mengeluh, ocehan, komentar hinaan bahkan lecehan orang lain. Baik itu pupuk itu keluar dari mulut/prilaku teman, keluarga, saudara satu almamater, sesama seprofesi atau benar-benar orang lain.

Semestinya ia punya waktu dan kekuatan energi 100% untuk menuumbuhkan prestasi rezekinya. Tapi sayang, karena ia menolak untuk dipupuk. Maka separuh dari kekuatan itu ia habiskan untuk ‘aktivitas menolak’ pupuk yang datang. Dengan kata lain 50% kekuaatan dan alokasi waktu yang semestinya produktif malah ia buang untuk ngambek ketika di kritik, dikasih masukan, dicibir, dikata-katain dan sejenisnya. Atau bukan ngambek tapi membalas ktitikan, hinaan dan lecehan orang lain itu.
Intinya mereka ini tipe orang yang berjuang, tapi diwaktu yang sama –sadar atau tidak- mereka juga mengalokasikan waktu dan kekuatannya buat ngrecohin, mengkritik, mendengki, ngomentari, merendahkan -atau apapun itu yang dalam nuansa ikut campur ‘negatif’- perjuangan orang lain. Apakah itu dalam rangka membalas sebab ia diserang atau gak ada apa-apa memang sukanya melontarkan serangan kepada orang lain dengan kirtikan, cacian, komentar, dengkian dan
sebagainya

Jadilah pertumbuhan pohan kesuksesan rezeki tipe B ini terhambat. Kualitas buahnya pun tidak begitu bagus dan tidak begitu banyak. Kalau ia seorang pengusaha separuh waktunya untuk mengejar prestasi tapi separuh yang lain terbuang untuk membalas orang yang ngrecohin. Kalau ia seorang pendakwah ia berdakwah, tapi saat dicibir ia ngambek atau malah membalas cibiran orang yang mencibir. Kalau ia seorang profesional separuh waktunya habis untuk menangkis dan membalas ejekan orang lain. Baik membalas ejekan dari orang yang seprofesi atau benar orang lain.
Jadilah pertumbuhan prestasi, kemantaatan dan pohon kesuksesan rezekinya tipe B ini pasti tersendat-sendat dan tidak akan berjalan normal. Ya paling pol tipe B ini jadi jago kandang, mentoknya level kecamatan heheh. Jadilah mereka pengusaha, guru, pendakwah, pejuang agama atau jadi apapun yang jelas cuma level kampung, mentoknya level kecamatan. Gak mungkin kemanfaatannya menasional apalagi lebih dari itu.

Manusia tipe A
Ibarat pohon ia penanam pohon dengan 100% alokasi waktu dan kekuatan. Sehingga pohon kesuksesan rezekinya bertumbuh dan berkembang maksimum. Kenapa 100%? Karena ia tidak punya jadwal –membalas atau menyerang dengan- mengkritik, mendengki, ngrecohin, turut campur apalagi melecehkan orang lain. Justru ia genapkan hidupnya untuk memperbaiki dari dan bermanfaat untuk orang lain. Bahkan ketika ia dikomentari, dikritik, didengki, direcohin perjuangannya, dihina dan sebagainya, malah ia gunakan semua itu sebagai pupuk kehidupan yang bisa diambil hikmah, pelajaran dan motivasi hidup. Ia merasa berterimakasih pada yang memupuknya, sebab ia mendapatkan evaluasi gratis. Subhanallah

Jadilah kekuatannya bukan hanya 100% malah bisa lebih, hingga 200%. Sekali lagi ia ibarat pohon rezeki yang tumbuh berkembang sekaligus juga menerima untuk dipupuk jadilah tumbuhnya makin cepat, buah pohon rezekinya makin ranum. Ia jadi pohon rezeki yang benar-benar lebat buahnya.

Jika saudara ingin seperti ini ada tiga poin penting. 1, Tidak ada jadwal untuk mendengki, ngrecohin, mengkritik, mengomentari gak enak apalagi merendahkan yang lain. 2, Justru ocehan, kritikan, dengkian, komentar buruk bahkan hinaan orang lain di jadikan pupuk yang bisa diambil hikmah, evaluasi, motivasi dan pelajaran gratis agar semakin maju. Dan yang ke 3, karena ia tidak punya waktu untuk mendengki dan larut bersakit-sakit ketika didengki dan dibenci maka waktu dan kekuatannya bisa maksimal dalam bertumbuh dan bertambahnya doa serta ikhtiar hingga 200% lebih

Manusia tipe C
Ini adalah ibarat manusia yang tidak begitu banyak menanam ‘pohon prestasi rezeki’ tapi sukanya menumpahkan kotorannya pada pohon orang lain. Jadilah ia kotoran bagi dirinya sendiri dan pupuk bagi orang lain. Ia adalah siapa saja yang tidak banyak berjuang tapi banyak ngrecohin perjuangan orang lain. Ia tidak adzan tapi kalau ada yang adzan ia komentarin. Ia tidak ceramah tapi terhadap penceramah ia sentimen. Ia bukan pengusaha tapi sukannya ngomentarin orang usaha. Ia bukan orang kaya tapi terhadap orang kaya ia dengki.
oemah sedekah
Ia bukan orang hebat apalagi terkenal tapi terhadap orang hebat dan terkenal ia mengkritik ini dan itu mencari kesalahan disini dan disitu. Ia bukan orang berprestai tapi terhadap orang berprestai ia komentar ini dan itu. Ia bukan ahli berdoa tapi kalau ada orang yang berdoa diledekin; berdoa terus sampai tua. Ia bukan orang yang memakmurkan masjid tapi terhadap orang yang memakmurkan masjid ia lantang mengkritik. Ia tidak banyak melakukan amal tapi terhadap orang yang beramal ia tidak suka. Ia tidak punya prestasi tapi terhadap orang yang berprsetasi ia iri.

Ia tidak menarik rezeki dengan doa, prilaku yang menawan dan berusaha tapi ia menolak rezeki dengan mengeluh, menyalahkan sana sini, memutus silaturahim, berdebat, mendengki, komentar pedas pada orang lain dan sebagainya. Intinya ia adalah sampah itu sendiri
Silahkan pilih yang mana?

Dikutip dari buku TERAPI REZEKI oleh Riyadh Ahmad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *